Source: Pinterest Sepoi angin seakan mengajak bersahabat sore itu. Jejeran gigi dipamerkan membentuk tawa, mewakili suasana hati pemiliknya. Binar dua pasang mata menebar kebahagiaan pada siapa saja yang melihatnya. Kegiatan ini sungguh menyenangkan ayah dan anak itu, jajan di warung Bang Ujang. Sebungkus kue coklat dan air mineral gelas di genggam erat si Anak, Ayahnya pun tak mau kalah dengan menyelipkan sebungkus rokok di saku kemejanya. Dengan motor, mereka pun pulang ke rumah sambil bersenandung ringan. Sungguh bahagia begitu sederhana. Tiba di rumah mereka duduk di bangku teras. Masih dengan sepoi angin yang setia menemani. Dalam si Ayah menyesap rokok yang tadi di beli sambil dipandanginya halaman rumah. Bola matanya menunjukkan jauh pikirannya telah berkelana. Entah apa yang dipikirkan Ayah yang hampir menginjak kepala empat itu. Tersadar, Ayah berleher jenjang tersebut tersentak melihat pemandangan di sebelahnya. Kaki duduk bersila. Sedotan terse...